Minggu, 30 Desember 2012

Dua Kutub Magnet yang berlawanan

"Bukan mencari yg lebih baik, tapi mencari yang lebih tepat" 
"You got what you need not what you want" 
       Dan gue merasa telah menemukan yang tepat, yang gue inginkan dan yang gue butuhkan. (Hopefully this feeling is true). Cerita yg sederhana, waktu yang cepat, rasa yang pas. 

          Bagaimana memulai cerita yg sederhana? Ah mungkin dengan senyum :) Kita dekat dengan tulisan, kita mengagumi melalui tulisan, kemudian menulis cerita kita. Sejak kapan kita saling dekat? Saat aku menulis, kamu mengagumi tulisanku, dan kamu memperdengarkan tulisan2 indah milik orang. Juga saat kita berdiskusi mengenai hal2 yang tidak pernah aku diskusikan dengan teman2 lain. Ternyata itu sudah lama sekali ya. Tapi memang kita hanya teman, tidak sedekat dua kutub magnet yang berlawanan. 

        Kemudian kamu sibuk, aku juga. Kita sibuk menulis cerita masing2 di kertas yang lain. Aku hilang, kau menghilang. Setidaknya kita masih saling tau kalo masing2 dr kita masih ada dan baik baik saja. 

    Saat kau berjuang untuk mewujudkan mimpimu yg baru, aku mendukung. Mendukungmu hanya dgn ucapan sederhana, tapi ada harapan di balik itu, agar mimpimu bisa terwujud. Agar kamu bisa berada di fakultas yg sama denganku, di bawah atap yang sama. Lagi lagi kita menghilang dalam kebisuan. Aku sempat menulis cinta di kertas lain bersama orang lain. Sedikit terpuruk karenanya, ketika kau tau rasa sayangmu terlalu dalam untuk hati yg terlalu sempit. Aku memang bodoh soal cinta, sayang atau hal hal menye ini. Mungkin sibuk adalah pelarian yg cantik. Kesibukan megajariku pengalaman dari berbagai hal dan mengobatiku perlahan. Kesibukan yg satu ini mempertemukanku denganmu lagi. Ternyata kau masih ada, dan masih seperti dulu. Bekerjasama dengan mu membuatku berada lebih dekat. Seperti kilatan yang amat cepat, kamu membuat pernyataan. Tak hanya pernyataan, namun juga pernyataan. Kalimat2 dari bibirmu yang selalu aku ingat. Aku ingat tempat, waktu, bahkan gesturmu saat 'menyatakan dan menanyakan'. :p Aku sempat takut, jika ini terlalu cepat. Aku takut akan banyak hal. Aku takut jika ini dimulai terlalu cepat, maka akan berakhir dengan cepat juga... Aku mulai berpikir lagi mengenai ketakutan2, tapi ternyata ketakutanku untuk kehilanganmu lebih besar. 

Kini kita bersama. Kenangan lama telah terhapus. Hanya kamu dan aku. Kini kamu pintar merangkai tulisan bahkan kamu persembahkan untuk aku. Dengan kadar rasa yang pas, dengan cara yang sederhan, aku berharap kita bukan hanya bisa saling menulis cerita 'kita' tapi juga bisa melukiskannya dengan indah di kanvas bersama. 
 Salam sayang.

Minggu, 16 September 2012

aku sedang menyapu remahan roti yang kau tinggalkan setelah kau pergi. apa apan meninggalkan remahan roti, berharap aku mencari jejakmu begitu?
hahaha aku geli sendiri. Aku kelewat mellow. Aku kelewat sayang. eh kamunya kelewatan
Rasa sayang aku ga akan abis walaupun bilang sayang ke kamu tiap hari.

mengapa kata-kata yang telah ku siapkan. kata kata puitis, amarah atau candaan bisa buyar jika kau dihadapanku? hah kamu bikin aku geleng geleng
Aku bodoh. aku jadi bodoh. Kamu sih lari lari di kepalaku terus.
Aku ingin marah padamu. Tapi sebelumnya aku marah keras pada diriku sendiri
Sesakku terasa duakali sehari. Saat kau datang dan saat kau pergi
Ketika kamu merasa kedinginan, mungkin bukan selimut yang kamu butuhkan. Mungkin kamu hanya kehilangan tawa hangat seseorang
Bagi sebagian orang, sibuk mungkin memang pelarian yang cantik

celoteh

Bagi sebagian sangat berarti, bagi sebagian lainnya hanya gumpalan masa lalu
Tak ada sesal terbesit. Tapi andai aku punya kuasa, akan kuputar waktu untuk membuat semuanya lebih baik

Sabtu, 25 Agustus 2012

Universal

Mungkin orang bosen baca blog gue, ngomongnya cinta mulu. Banyak orang yang protes buat sebagian orang yang ngetwit galau mulu. Liat juga deh fenomena selebtwit di twitter. Ada beberapa tokoh dan account yang punya follower ratusan ribu bahkan sampe jutaan karena mengeluarkan kalimat kalimat cinta, galau bahkan sindiran yang di re-tweet sama ribuan orang. Twit yang dikeluarkan selebtwit ini kadang menohok, bahkan kadang gue juga pas baca bilang gini 'damn it's true!'

Ada apa sih dengan kita wahai generasi galau? hahaha
Jadi kesimpulan gue kalo liat dari twitter world ya, hal-hal menye menye itu dirasakan semuanya. Gak cewe, gak cowo.
Ga ada yang salah sih dengan cinta, menye, galau atau hal-hal itu.
Semua orang pernah jatuh cinta, patah hati, digantungin atau bahkan jatuh guling-gulingan kayak gue ;)
cuma masalahnya bagaimana kitak bijak menghadapinya, dan jangan lebay ngumbar ngumbar perasaan 'sakit' lo aja xixixi.

Melihat fenomena #selebtwit yg eksis abis di twitter, bahkan jadi sarana buat loe nyindir nyindir (ngaku deh), berarti ada keseragaman rasa antara kita ya. Semua ngerasain hal yg sama ya : cinta <3 p="p">
iya, cinta. jangan negative thinking kalo gue bilang cinta lagi, lanjutin dulu bacanya.

liat deh semua cerita di novel, film semuanya pasti ada space buat drama percintaan. semua genre, dari thriller, horor, komedi, kolosal dan apapun itu.
pasti ada part cinta, setuju gak?

Waktu itu gue pernah dateng ke talkshow wirausahamudamandiri by bank mandiri. Disitu ada Nia Dinata kalau ga salah namanya,  sutradara film arisan.
Dia bilang cinta itu universal. Semua orang dari berbagai kalangan bisa merasakan cinta, dan pasti butuh cinta. Makanya semua elemen di dunia bisa dikaitkan dengan cinta. (kalo yg kalimat terakhir gue yg bikin wkwk)

Melihat bagaimana orang bisa bahagia, sedih, kuat, rapuh dan berubah karena sebuah rasa yg dinamakan cinta. coclusionnya cinta itu universal. Udah gitu aja.

Life is love, but life is not only about love. My life is you, sorry 'was'.
Makanan punya expired, begitu juga penantian yekan hahaha.
Kita harus pindah ke tempat yang baru, jika tempat yang lama udah ga layak dan udah sempit, atau bahkan di tempat lama udah ada yg nempatin, atau diusir dari tempat yg lama #perumpaan #ifyouknowwhatimean

Dan gue nemu tulisan ini:
gejala kangen paling dahsat itu ketika dua orang yang tidak saling berkomunikasi, tapi keduanya diam diam saling mendoakan.

Doa. Adakah terselip namaku disetiap doamu?
ah tidak penting. Yang penting aku tahu Tuhanku selalu bersamamu kan.
Rindu ini tetap ada, sayang ini tetap ada. 
Hanya dalam bentuk berbeda yang lebih hangat yang lebih bersahabat.
Pelukku mungkin lebih hangat, tapi yang bisa kita lakukan adalah sebatas tangan menjabat.
Biarkan aku yang mengambil alih nahkoda dan menentukan arah, jika kamu buta arah. Selalu tidak yakin, padahal kamu punya keyakinan kan ;)
Biarkan aku berlari dengan caraku sendiri.
Hanya membuat segalanya lebih baik.
semua bisa karena terbiasa.
semoga kita bisa dan terbiasa.
 
Semoga bumi tidak berhenti berputar. Dan kita masih berpijak diatas bumi yang sama.

Jumat, 06 Juli 2012

Unposted Post

Waktu berlari begitu cepat, sedangkan cinta hanya berjalan di tempat. Cinta ditinggal oleh waktu. Belum sempat menerbitkan tulisan mengenai rasa yang satu itu atau pernak perniknya yang hingga bisa menciptakan semburat merah di pipi, namun terlambat. Terlambat. 

Pernah mendengar seorang teman berkata “cinta tidak  pernah happy ending” membuat  gue mencerna sebentar, lalu dilanjutkan “cinta yang sesungguhnya ga punya ending” hmm.
Berarti kalo ada cinta yang sudah berakhir, bukan cinta sesungguhnya? Hmm lagi.

Actually I don’t know what love is. Gue taunya cuma sayang. Tau dari mana tik kalo punya rasa sayang? Mungkin dari rindu. “Tidak perlu lama, saat punggungnya menjauh, rasa rindu telah menyentuh-nyentuh”. Gue lebih suka paka kata ‘kangen’ sebenarnya. “Kangen itu cambuk-cambuk kecil yang menuntut pertemuan”

“….dan sampai sekarang rindu itu masih menyentuh-nyentuh dan cambuk kecil itu mencambukiku semakin keras…”

Mengenai hidup, hidup itu pilihan kan. Ya atau Tidak? Matahari yang menghangatkan atau hujan yang menyejukkan? Pilihan itu kadang kadang sulit menyulitkan. Kedua duanya kadang sama sama menyenangkan atau malah keduanya menyakitkan. Coba baca kata terakhirnya agak dikasih tekanan ;p

Sekarang lagi coba tegas pada pilihan yang telah dibuat. Hitam atau putih bukan mengenai prinsip, tapi keabuabuan memang patut dihindari karena beresiko tinggi loh kayak makanan berkolesterol. Oke ini mulai ngga lucu.

“sayang ternyata ga cukup diantara dua orang yang saling menyayangi” dan dua orang bodoh itu masih belum menemukan jawaban ‘karena’ dari pertanyaan ‘mengapa’
“cinta itu rumit, tapi denganmu bisa lebih sederhana karena aku mencintaimu dengan sederhana dan kesederhanaan adalah kebersamaan kita” gue tambahin ‘”jika dengan nahkoda yang tepat” bukan supir angkot. :)

Kalo kata radityadika di MSS mengenai ‘kepindahan’ pindah itu proses. Tempat yang lama mungkin memang terlalu sempit, jadi harus pindah ke tempat baru. Rasa ini terlalu luas untuk hati yang terlalu sempit.

“Menghapus memori satu persatu agar tidak ada rasa yang tertinggal” tapi setidaknya scar ini adalah pengingat bahwa kita pernah bahagia.
Andai kau tanya mengapa, dengan senang hati aku menjabarkan alasannya. Tapi jangan tanya bagaimana, karena kau nahkodanya. Kini kita  punya dua nahkoda. Aku nahkoda diriku sendiri, kau pun begitu.

Ketika semua membaik, kau memulai lagi membuka luka lama yang indah tapi tetap menyakitkan.

Ngomong apa sih tik? Random things in my heart  and brain :)

Senin, 25 Juni 2012

Bahagia Itu Sederhana


Banyak orang yang sakit jiwa gara2 stress dan gak bahagia. Banyak orang yang menyesali apa yang dulu pernah dan tidak pernah dia lakukan. Penyesalan itu bikin gak bahagia.

Orang-orang punya jalan yang berbeda untuk mencari kebahagiaan. Sudut pandang bahagia itu emang beda kan. Bahagia buat gue belom tentu bahagia buat lo.
Orang-orang memberi space sedikit dalam hidupnya buat jalan2 keluar negri atau sekedar rekreasi ke mal atau apapun itu untuk bisa bikin mereka.. bahagia.

Mungkin bahagia emang satu tingkat diatas kesenangan. Bahagia mungkin kesempurnaan dari kesenangan. Agak berlebihan mungkin menggunakan kata bahagia. AH whatever yang penting gue bahagia pas nulis ini.
Gue menemukan cara bagaimana menemukan kebahagiaan. Bahagia itu sederhana o: )

Ketika gue makan di kantin, main ejek sama temen, ketawa terbahak-bahak. #bahagiaitusederhana
Ketika gue haus banget pulang kuliah, terus beli es the manis di sasari. Pelepas dahaga banget 
#bahagiaitusederhana

Ketika pulang ngajar di cilandak, dapet gaji. Ah itu duit rasanya pengen gue laminating. Duit hasil kerja sendiri #bahagiaitusederhana

Ketika ngumpul di kosan gue, curhat-curhatan—girls talk, galau-galauan bareng, nyanyi2 bareng. Ah #bahagiaitusederhana

Ketika meluk mama, manja manjaan sama mama terus berebutan makanan sama adek gue. #bahagiaitusederhana

Ketika tengah malam dan gue cuma denger suara jarum jam berdetak. Ge berdoa stelah tahajud, air mata netes, gue ngobrol sama Allah. Gue bilang makasih atas semua yang diberikan, gue curhat  dengan-Nya, gue memohon minta pengabulan doa gue. Bahagia banget, lega. Rasanya Allah ada di hadapan gue. #bahagiaitusederhana

Ketika gue liat pesan dari lo atau ketika lengkung bulan sabit terukir di senyum lo.  Kalo bahagia itu adjective, dan kebagiaan itu noun, berarti kebahagiaan itu KAMU. Iya kamu yang disitu yang lagi baca. Kamu :)

Ketika gue baca ulang tulisan ini dan gue sadar gue sok bahagia. #bahagiaitusederhana
Happiness is simple thing. We make it on our way


Sabtu, 14 Januari 2012

What i've got?

Berawal dari twit mayang ‘apa yang gue dapet di satu semester ini?’ dengan hashtag #refleksi. Seketika muncul potongan potongan adegan semacam cuplikan berhamburan di kepala gue, jadi flashback. Gue aja masih heran kalo sekarang udah 18 tahun dan kuliah. Apa gak kecepetan nih? Kadang suka kangen seragam abu abu kalo liat gerombolan anak SMA pulang sekolah J

Satu semester udah gue lewatin? Gak kerasa banget. Banyak banget yang gue dapet. Gue selalu hapal tanggal 19 juli 2011 dimana saat itu pengumuman simak UI dan gue keterima di Ilmu administrasi Fiskal regular. Bahkan sekarang aja gue bisa netesin air mata kalo inget betapa terharunya gue saat itu dan inget perjuangan keras untuk ngedapetin itu. Gue dulu pernah berdoa ‘semoga apa yang kupilih dapat kugenggam’ dan Allah sungguh Maha mendengar, melihat dan mengetahui. God proves it. Gue juga inget banget saat 3 agustus 2011 saat daftar ulang pertama kali di UI. Saat itu gue sama nyokap bergandengan tangan menyusuri jalan ke ppmt, dan sepertinya saat itu nyokap gue adalah ibu yang paling bahagia di dunia.

Ada 3 jenis ospek : univ, fakultas dan jurusan. Ketiganya gue lewatin dengan baik, walaupun ada dikit bolosnya. Semuanya nguras tenaga dan uang (untung bukan nguras bak). Apa yang bikin gue dan ribuan maba lainnya bertahan? Gue rasa jawabannya euphoria dan rasa syukur. Apasih susahnya ospek dibanding anugerah loe keterima di uinversitas terbaik di Indonesia dengan jurusan yang memang pilihan loe (cie). Gue selalu ngucapin kalimat itu dalam hati, biar gue semangat. Banyak kenangan lucu juga kok di ospek ;p

Bagaimana gue bertahan? Gue bertahan dengan tertatih menjalani dunia perkuliahan. Gaya mengajar beberapa dosen yang abstrak, tugas yang gak berperikemahasiswaan, materi kuliah yang sulit dimengerti (padahal kan wanita ingin dimengerti). Puncaknya adalah ketika UAS Akun. Persiapan belajar akun udah mati-matian banget eh gue mati beneran pas uasnya. Segala macem cara belajar dari belajar sendirian sampe belajar bareng di warteg, sia-sia. Punya impian bisa cumlaude, tapi kayaknya IP diatas 3 aja udah sujud syukur.

Berawal ditolak pargita hingga diterima CEDS. Paragita itu paduan suara UI, CEDS itu UKM kewirausahaan. Jadi seolah olah gue banting stir nih dari penyanyi jadi wirausaha -,- CEDS itu sesuatu banget kok, 3x penyaringan gue lolos muehehe (minyak goreng 7x penyaringan ya). Gue pengennya sih ntar bisa kerja di departemen keuangan trus sekaligus jadi entrepreneur juga (amin).

Semuanya gue jalanin ‘let it flow aja’ dan gue merasa grateful setiap harinya. Makasih Ya Allah J

Ini bagian yang dari tadi gue tunggu-tunggu : FRIENDS.

“gue kira kita temen”

“Itu sih dulu” kata gue kalem

“sekarang apa dong?” dia kesel

“Sahabat” *senyum senyum cherrybelle*

Ahahahaha.

Gue dapet sahabat sahabat baru. Sahabat di FISKAL REGULER maupun di kosan. Makasih udah nemenin gue makan, blajar, main kartu, ngegalau (gabisa mention nama satu persatu). Makasih ya udah mengisi hari hari gue selama enam bulan ini. Rasanya pengen ngasih kalian gopek satu persatu (yagadong). Buat PESEG (peskal regular, hem maksa) : Mungkin kita ga semuanya deket, tapi gue sayang sama kalian semua. Kita masih punya 3.5 tahun lagi kok untuk saling mengenal dan mendekatkan diri hehe. Honestly dari klasifikasi kupu-kupu, kura-kura, kusem-kusem dan kunang-kunang, gue masuk ke kelompok terakhir. Gue kan kunang-kunang yang bercahaya :p

CINTA gimana tik?

Oh cinta masih nunggu rangga balik dari amrik. Itu mah AADC.

Lovelife? Cinta itu kayak lagu ‘kasih ibu’ deh : ‘hanya memberi tak harap kembali~’ isshh gacin binti galau.

HEHEHEHE

Sebuah kisah dimulai

Gue mau berbagi kisah. Tak usah dipikirkan apa ini realita atau fiktif belaka. Ini adalah sebuah potongan adegan antara dua tokoh, bernama aku dan dia.

Aku berjalan setengah berlari menyusuri pantai dan seketika aku berhenti. Ada dia disana sedang duduk di atas pasir sendirian, bukan ramai-ramai seperti yang aku bayangkan. Aku sadar, ini telah direncanakan oleh sahabatku dan sahabatnya. Dari belakang, tampak rambut lembutnya tertiup angin, bahkan itu sudah bisa menghipnotisku. Aku menghampirinya perlahan dan menyunggikan senyum.

“hai, udah dari tadi?” bibirku tak bisa berhenti menyunggikan senyum.

“hai! setengah menit atau mungkin setengah jam, aku tak tahu. Mana yang lain? Tadi mereka menyuruhku kesini tapi sampai sekarang mereka belom datang” ia tersenyum.

“Mereka tak akan datang. Mereka ingin kita sendirian, ini telah diatur”

“oh” responnya singkat dengan nada pelan. Dia mengangguk dan masih mencerna kata-kataku tadi.

Jantungku berdegup kencang dan kuputuskan mengatakan semuanya dengan cepat, sebelum aku terpesona dengannya dan menyianyiakan kesempatan ini. “aku minta maaf atas semuanya” kutatap matahari yang sedang tenggelam dan aku berdoa semoga ini berjalan mulus.

“maaf? Bahkan kau tak pernah membuat ku kesal sedikit pun” suaranya yang halus hampir menghipnotisku.

“aku merasa kurang sopan padamu, aku menjauh, tidak seluwes dulu”

“benarkah? Aku tidak merasa begitu”

Padahal aku ingin kau merasa begitu “syukurlah” aku berbohong. “tahukah kamu mengapa aku begitu? Ada sesuatu yang membuat aku harus menjauh. Ada rasa takut” dan rasa cinta, aku menambahkan dalam hati.

“takut padaku? Apa aku terlihat seperti Hulk” dia bercanda.

Aku tak tertawa.

Aku memulai lagi “kamu tahu tentang cerita jatuh cinta diam-diam dan jatuh cinta sendirian? Aku tidak ingin seperti itu. Aku takut menyesal dalam kebisuan”

“terkadang jujur itu lebih baik dari pada diam. Walaupun terkadang menyakitkan” dia memberi penekanan pada kata terakhirnya.

“Boleh aku jujur? Aku siap sakit kok”

“aku menghargaimu, aku janji tak akan membuatmu merasa tersakiti”

“Ini sebuah pernyataan ya, bukan pertanyaan” aku mulai sesak “Aku…mencintaimu”

Aku tak yakin apa sekarang aku masih hidup atau mati. Sepertinya jantungku telah berhenti.

Terasa keheningan sangat lama. Tanpa menolehnya, aku tahu dia juga sedang memandang laut.

“Itu bukan pertanyaan, hanya pernyataan. Kau tak perlu menjawab iya atau tidak, aku bukan bertanya. Aku tahu posisiku sebagai wanita” aku memecah keheningan.

“terima kasih. Itu sangat indah, sungguh” matanya tampak berbinar. “Kini aku yang bertanya, maukah kau mencoba?”

Mungkin inikah namanya ketiban duren? Perumpaan yang kurang bagus sepertinya, baiklah diakah surga itu?

“bolehkah aku menjawab iya?” aku tersedak.

“sangat boleh” jawabnya mantap. “terimakasih. Kini kau tidak lagi jatuh cinta diam-diam ataupun sendirian” senyum terindah yang pernah kulihat dari bibirnya.

Kami merebahkan badan di atas pasir dengan sama-sama menatap bulan.

“ustadz solmet atau ustad maulana?” dia bercanda.

“mama Dedehh” jawabku mantap

Kami berdua tertawa. Pembicaraan mengalir begitu saja dengan indah. Ditemani temaram bulan dan diiring deburan ombak, aku berharap matahari tidak akan terbit sehingga menghentikan kami. Aku bersumpah ini malam yang paling indah.