Jumat, 18 Oktober 2013

Akhir

Aku mengerti mengapa kita dipertemukan kemudian dipisahkan. Karena Tuhan ingin menunjukan bahwa setiap awal memiliki akhir.

Memaafkan

Jika memaafkan butuh keikhlasan sedangkan meminta maaf butuh keberanian, maka memaafkan seratus kali lebih susah ketimbang meminta maaf.

Rindu Merindu

Entah sejak kapan aku merasa rindu merindumu.

Jumat, 26 Juli 2013

Menyempurnakan Iman

Setelah berulang-ulang mengucapkan 'nanti', akhirnya kini janji itu pun ku tepati.


Ribuan kali aku berkata 'nanti' padahal aku takut belum sempat kutepati sebelum mati. Selalu ada saja alasan untuk menunda hingga sebuah kicauan di twitter benar-benar menyambar 
Akankah hijab pertama dan terakhirmu adalah kain kafan yang membungkusmu?
Itu benar dan sungguh membuatku tersadar. Tidak, ini bukan sebuah tulisan yang menakuti atau menekan. Memang sesungguhnya kita  tau bukan bahwa ini sebuah kewajiban? Sudah tau sejaak dulu sekali bahwa perempuan harus menutup auratnya.
Sesungguhnya kita tau, namun pura-pura tidak tau.
Pernah dengar kisah tentang seorang gadis yang sangat solehah namun belum menutup aurat? 
Ia adalah seorang gadis solehah yang sangat santun dan beriman. Orang-orang disekitarnya selalu menanyakan mengapa keimanannya belum disempurnakan dengan menutup aurat. Ia selalu menjawab, bahwa ia ingin menghijabkan dulu hatinya baru kemudian raganya.
Hingga pada suatu malam ia bermimpi berada di pintu surga bersama para wanita. Kemudian pintu surga dibuka dan wanita-wanita itu berlarian menuju pintu. Sang wanita solehah berlari namun tertatih karena tak sampai-sampai menuju pintu tersebut. Hingga akhirnya pintu itu sebentar lagi ditutup. Ia pun bertanya pada penjaga pintu surga, mengapa ia tidak bisa mencapai pintu surga seperti wanita lainnya. Malaikat penjaga pintu surga pun bertanya "coba perhatikan apa perbedaanmu dengan wanita-wanita itu?" 
Sang wanita solehah menemukan perbedaannya, bahwa wanita lain itu berhijab, menutup aurat. Tanpa mendengar jawaban dari wanita solehah, malaikat berkata "Katamu kamu ingin menghijabkan hatimu, maka biarkanlah hatimu saja yang memasuki surga, namun tidak dengan ragamu"
Setelah terbangun dari mimpi, sang wanita solehah menangis tiada henti dan mulai menyempurkan imannya dengan menutup aurat.
*) cerita mungkin bisa berbeda dengan yang asli

 Kita selalu berkata 'belum siap', 'ingin memperbaiki hati dulu', 'ingin memperbaiki ibadah dulu'. Kapan dirimu benar-benar siap? Bagaimana jika ajal menjemput karena kita memang tidak pernah siap.

Lagi lagi aku katakan tulisan ini bukan untuk menekan atau menakuti. Aku hanya ingin kita merenung. Mengapa wanita harus berhijab? Jawabannya adalah satu, karena perintah Allah.

Wanita yang tidak menutupi auratnya tidak akan pernah mencium bau surga
Allah berfirman demikian dalam Al-Quran. Entah harus bagaimana lagi aku mengelak dan pura-pura tidak tau, ataukah aku harus menutup telinga terus?

Bagaimana jika pertanyaan tadi diulang. Mengapa wanita harus berhijab? Karena itu perintah Allah. Dengar, bukankah seharusnya kita patuh dan menerima apa yang Allah perintahkan tanpa banyak bertanya ini-itu. Tapi tidak seperti itu, Allah memberi perintah karena itu memang yang baik untuk kita (wanita). 

Aku merasa lebih aman dan nyaman. Ketika pulang malam, bukan aku tiba2 menjadi sok nekat, tapi orang pinggir jalan terlihat segan dan tidak ada bunyi siulan iseng. Mengerti kan maksudku? coba ada perempuan memakai rok pendek berada di posisiku. Mungkin mendapat perlakuan yang tidak semestinya.

Dan dengan pakaian ini aku merasa malu jika ibadahku bolong-bolong. Ternyata ibadah mengalir mengikuti iman yang terpatri dalam raga, ibadah menjadi semakin baik, Insya Allah dirdhai Allah.

Kita tidak perlu menunggu hidayah datang, tapi kita harus mencari hidayah itu. 
Menunggu hingga siap adalah membuang waktu, ajal pun menjemput tanpa bertanya kita siap atau tidak.

Aku bukan orang suci dengan ibadah sempurna. Aku adalah manusia yang paling buruk yang sedang berbenah diri. Berbenah diri untuk Allah, mencoba setulus itu. Karena dalam hidup kita selalu belajar, gagal, jatuh, bangkit, belajar lagi kemudian berhasil. Kita tidak tau betapa bahagianya berhasil, kalau belum pernah gagal. Semoga dengan berbenah dan menjadi pribadi yang lebih baik, akan dikelilingi dan dipasangkan dengan orang yang baik.

Sebenarnya aku takut membuat tulisan ini, aku takut salah, aku takut sok suci. Tapi aku lebih takut jika tidak berbagi atas apa yang aku tahu. Aku ingin wanita membuka telinga, mata dan hati. Mau mendengar, melihat dan berhenti berpura-pura tidak tau.

Subhanallah, Ramadhan ini berbeda. Semoga tidak hanya selama ramadan kita menjadi baik.
-Tika, pelajar universitas yang sedang belajar bagaimana belajar-

Selasa, 02 Juli 2013

Sarang Laba-laba

Apa kabar dunia? apa masih kejam apa sudah melunak?
Apa kabar blog gue? Udah banyak butiran debu plus sarang laba-laba nih kelamaan gue tinggal :)
Halo pembaca blog gueeee! (emangnya ada?). Entahlah tapi gue yakin pasti ada yang baca blog gue even ga ngasih comment atau ga mention something di twitter. Soalnya gue juga begitu. Ada beberapa blog temen plus blog nya penulis yang emang udh jadi kebiasaan buat gue jadi bacaan. Uniknya adalah ada beberapa blog temen, yang sebenarnya bukan temen gue, cuma pernah kenal dan ngerasa deket karena baca tulisan2nya tanpa pernah ngomong langsung ke dia. Ada yang pernah kayak gitu juga? NO NO ITS NOT secret-admiral-thing atau mengagumi dalam diam, cuma mengagumi tulisan aja, get it? hehe

Sekarang sedang sibuk apa tik?
sibuk bersyukur. Tidak ada waktu untuk menyesal dan lagi-lagi gue sedang bersyukur karena gue punya lingkaran kecil yang kuat sebut saja itu persahabatan dan keluarga.

This is beginning of july, lets evaluate previous 6 months.
SIAK NG udah keluar dan  hasilnya lumayan alhamdulillah, IP naik lumayan banyak setelah terjun bebas di semester lalu, meskipun gemes banget karena harusnya ada matkul yang bisa lebih tiggi. Semester empat memang lebih baik dibanding semeseter tiga yang menyakitkan. Karena memang gue seharusnya melakukan ini, sesuatu yang lebih seimbang dan membuat skala prioritas. Setidaknya semester ini gue lebih  santai dan ngga terlalu terpecah-pecah pikirannya dan ga harus membelah diri terlalu banyak kayak amoeba. 

Gue pindah rumah. Masih daerah barat tentunya (yeye i'm western haha). Rumah pinggir jalan awalnya gue pikir sangat buruk, tapi lama kelamaan biasa juga. Kadang emang kita harus pindah ke hati yang baru kalo hati yang lama sudah terlalu sempit dan membuat sakit. LOH LOH INI PINDAH RUMAH APA PINDAH HATI SIH. Hahaha gue pindah juga sekalian buat bisnis keluarga kecil2an. Bisnis apa teuu? kepo ya? main ke rumah gue aja yuuk.

I'm not good leader or organisatorist (salah vocab tuh yang kedua, yg penting ngerti ye). Like i said before, tapi gue suka bergabung dalam organisasi karena gue gabisa nganggur haha plus alesan2 lain yang positif tentunya. Alergi deh kalo nganggur. Sekarang gabung KOSTAF, CEDS, dan AIESEC. Org pertama dan kedua udah gue jalanin selama dua tahun and i like being here. Ruang ligkupnya juga beda, kalo kostaf di jurusan, kalo ceds ditingkat UI. Concernnya juga beda tapi keduanya tetep memiliki arti di hati (cieee).
Nah buat yang ketiga, aiesec ini pertama kalinya banget gue tergabung di dalamnya. Entahlah ini sih super nekat, gue masuknya sendirian itu juga daftar di hari terakhir, tapi alhamdulillah lolos juga. Gue sih selalu percaya kalo pasti ada kesuksesan yang lebih besar di luar comfort zone kita. Dan... challenge is accepted. gue baru banget disini dan belom tau apa yg selanjutnya bakal dikerjain, but i'm a learner, i will learn throughout life.
And ajegile, fyi, buat masuk jadi bagian dari ini step nya panjaaaaang banget dan gue harus bertahan dengan baik dong disini ;)
Pengalaman baru gue dapetin ketika gue harus interview Exchanger dari jepang dan korea on skype haha, dan wew it made me exciteddd. Agenda sekarang adalah gue harus ngurusin si cewe jepang, sebut saja Miyabi buat ngelaksanain project sosial di indo. Wish me luck ya.

Mengenai perubahan, semua orang berubah sob, kayak power ranger! Gue sudah punya rencana untuk berubah, tapi lagi nunggu buat merealisasikan itu. coming soon ;)

actually, i wish i have academic achievement in taxation or whatever like that, but not interested to join any competition, feeling no capable. kalo ada kompetisi yg pengen gue ikutin, pengen ikut kompetisi nulis haha. Gue ngerasa dulu tulisan gue bagus (ajegile pede banget lo tik). Cuma gue ngerasa bisa melahirkan kata-kata sok bernada puitis ketika hati sedang merah jambu atau sedang berdarah-darah. Jadilah kata-kata sok analogis ironis. Tapi sekarang hati gue lagi  stabil aja dan lagi kebal-kebalnya anti galau. Jadi yang ada adalah realistis dan lebih logis. Padahal kangen berkicau sok puitis loh :(

Achievement tertinggi sebenernya diri sendiri yang tau ukurannya, you know who you are and you are able to set the target, highest achievement for yourself, so reach it, dont care what people say.

Salam pisang

Kamis, 23 Mei 2013

Kalender

Seberapa pentingkah sebuah angka, angka pada kalender tepatnya
haruskah angka itu dipatri dalam pikiran
ketika kita menemukan angka yang sama, perlukah dimaknai peristiwa didalamnya
entah sudah berapa lama angka itu muncul lagi, yang biasa kusebut dengan tanggal
tanggal yang tertinggal?
haruskah ada seremoni untuk kita mengagungkan tanggal tersebut
mungkin sebaliknya
ada kepedihan yang tertinggal dibalik tanggal

Entahlah
sebut saja aku pelupa
pelupa tanggal dan pelupa makna
pelupa yang kurang beruntung
pelupa yang belum bisa menggenapkan angka dan sempat membuat seremoni
pelupa yang tidak sempat mengingatkan yang lain untuk ingat

tapi sayang sekali, aku belum lupa.

Sabtu, 06 April 2013

Dulu atau Sekarang?

Dalam sbuah bidding dalam pencalonan saya sebagai kepala departemen organisasi jurusan, diajukan opsi dan harus dijawab cepat. Hingga munculah ke opsi 
"Dulu atau sekarang?"
Seketika sekelebat perjalanan hidup saya muncul selama kuliah. Kehidupan selama kuliah sangat berwarna. Akademis, kedewasaan, persahabatan, organisasi, social life, percinta--"Sekarang" saya jawab dengan tegas.
Saya amat bersyukur dengan segala yang saya punya sekarang. Masa lalu bukan untuk ditoleh kembali, tapi memang ada untuk jejak sejarah dan pembelajaran. 
"Saya memang pejalan kaki yang lambat yang tidak jatuh" Conscius.
sedikit saya tambahkan, setidaknya saya berjalan kaki dan tidak menoleh ke belakang. Bukan dengan berlari dengan gegabah dan menabrak semua yang menghalangi.


Tanpa ambisi, penuh dengan visi.

Kamis, 07 Maret 2013

Anggun dan Raja


Tak ada lagi tugas yang menuntut untuk dikerjakan, tak ada juga tontonan yang lebih layak untuk disaksikan di televisi, yang ada hanyalah pemain lakon yang menangis cengeng memelas cinta. Hei tunggu dulu, aku tidak seperti itu kan?

Apa yang harus kulakukan untuk membunuh waktu yang seakan mengejek karena aku hanya berdiam diri di malam minggu ini? Tidak, aku tidak bisa pergi ke mal hanya untuk menyaksikan pasangan2 itu memamerkan gandengan tangannya.  Jadilah aku disini, didalam kamar, berpegang pada ponsel dengan namanya dilayar.  Dia yang selalu berwujud di benakku dan namanya yang memenuhi kepalaku, Raja.

“halo bidadari manis yang paling sabar sejagat raya. Aku tebak senyummu tidak sedang merekah”

“Mengapa kau sebut aku manis? Memangnya kau ingat bagaimana rupaku setelah lama tidak bertemu. Mungkin perempuan manis yang kamu maksud itu teman sekampus kamu. Kenapa kamu bilang aku sabar? Tidakah kamu tau aku sedang ingin meronta?”

 “Sebentar Anggun, beri aku waktu untuk tersenyum”

Aku kesal padanya yang selalu berkilah “terserah”

“Bidadari, mustahil aku melupakan rupamu. Lekuk wajahmu adalah ingatan ketika ku membuka dan menutup mata. Senyummu membuat jantungku berdetak lebih dari biasanya. Mendengar namamu seakan ada yang memanggil namaku sendiri”

Aku kesal karena lagi lagi aku berhasil tergoda. “Baiklah, aku akan tersenyum, sedikit”

“Jika ingin meronta, silahkan. Jika tali yang melilitmu sudah terlepas, akan langsung kutangkap kamu dan kupeluk erat”

“kehadiranmu adalah mimpiku saat ini” Mataku beralih ke jendela kamar yang memperlihatkan hujan

“Keberadaanmu di dunia adalah suatu kebetulan yang indah”

“Tapi kehadiranmu masih tetap dalam mimpiku, dan aku belum terbangun dari itu”

“Aku akan segera membangunkanmu dan meneriakan kehadiranku”

“Menunggu kehadiranmu seperti mencoba membunuh waktu”

“Melihat kesabaranmu adalah semangat yang memburuku untuk segera pulang. Pulang ke tempat hati ini seharusnya segera berlabuh”

“Senyumku sudah merekah lagi, asal kamu tau, huh!” Aku menyerah untuk menahan senyum, meski dia juga tidak bisa melihat senyumku ini.

“Aku memang begitu, ada untuk membuatmu tersenyum. Sedangkan kamu ada untuk membuat ku tetap hidup”

“Aku bukan alasan untuk kau tetap hidup, jangan mengagungkan aku berlebihan”

“Kalau begitu, kamu adalah alasan yang membuatku merasa hidup dan merasa ada. Kamu adalah penyeimbang hidup, pengisi setiap celah kosong dalam hidupku, kamu yang membuat gravitasi bumi menjadi nol dan kadang membuatku bisa tetap menginjakan kaki di bumi dan alasan mengapa senyum ini terus merekah”

Aku merasa bergetar dan tiba-tiba hangat seakan ada yang memelukku “kata-kata mu amat hangat ketika aku kedinginan, namun kerinduanku bertalu-talu mencambukiku menuntut pertemuan”

“Seribu ucapan maafku tak akan cukup menggambarkan rasa bersalahku padamu. Biar setiap tetes hujan malam ini membisikan kata maaf di telingamu. Dan sebagai balasan darimu, aku siap menerima petir sebagai teriakan kemarahanmu.”

“Aku tidak marah, aku hanya menahan rindu”

“Tetesan hujan yang lain membisikan rindu di telingamu, itu titipan dariku”

“Angin dingin itu sekuat rinduku dan rasa cinta kepadamu”

“Kata itu, cinta. Itu membuatku bergetar. Terima kasih sudah ada di duniaku. Andai aku bisa membunuh waktu dan jarak, aku akan segera mendarat disampingmu”

“Ketika kau mendarat, akan ktangkap dan kudekap. Biarlah matamu sekarang terpejam, dan kita bertemu di mimpi. Akan kudekap kau disana”

“Selamat malam bidadari ku, semoga hujan malam ini menyanyikan lullaby untukmu”

Selesai, dan aku berhasil menghabiskan sabtu malam ini dengan menumpahruahkan rindu yang telah berkecamuk. Malam ini aku tertidur dengan tersenyum.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Raja dan Anggun, 

Thanks 2012


“Nikmat Tuhan mana lagi yang mau kamu dustakan?”
Entah kenapa gue merasa amat diberkahi Allah, merasa utuh dan amat bersyukur. Allah baik banget sama gue.

2012 penuh warna kayak pelangi. These are the colors and memories.

Keluarga.
“kita sibuk tambah dewasa, tapi kita tidak sadar bahwa orang tua tambah tua”
Kutipan diatas selalu berhasil menyindir gue. Kegiatan yang soksibuk ini jangan sampai lupa sama keluarga, jangan sampai nyesel :”
Senin sampai jumat udah diabisin untuk di depok. Gue Cuma punya waktu dua hari dalam seminggu buat quality time bareng keluarga, tapi masih sibuk sama gadget juga #damn. Gue harus sering pulang, nanti kalo ga pulang-pulang, tiba2 nyokap ngadopsi anak kan galucu hehe.

Program Kerja
Kapas II-Olimfis-Etalks-Taxplore
Empat proker datas sudah selesai!!!
Ini proker yang udah menyita waktu, pikiran dan tenaga gue. Bahkan sukses bikin gue nangis hehe. Saat dikasih kepercayaan yang gue pikirin Cuma kesempatan, peluang dan ngasih yang terbaik. Meski kadang gue merasa terjebak dan ga kuat haha. Meski ini butuh banyak pengorbanan termasuk waktu main sama akademis, tapi ada hal lain yang bisa gue ambil : teman baru dan pengalaman. I learned a lot ;)
Gue bukan orang hebat, tapi gue orang yang mau belajar.

Akademis
Gue ikhlas dengan payung terjun dari nilai-nilai gue. Ada kesalahan-kesalahan yang harus gue bayar mahal dengan ini semua. Multitasking butuh kehati-hatian.

Teman-teman
Pernah ada yang bilang kalo teman-teman SMA itu teman terbaik selamnaya. Gue ga mau nyanggah itu, tapi mau nambhain aja, temen kuliah juga gitu kok. Apalagi ketika lo hrus hidup mandiri dan ngehabisin waktu bareng mereka lebih banyak ketimbang dengan keluarga. Kalian sangat berarti :")

Cinta
Masih belum nemu definisi cinta. Sebenernya gue udah nulis dua bait untuk cerita ini, tapi udah gue edit, ternyata sudah berubah semuanya haha. Masih sensitive dengan kata-kata ‘waktu’ entah kenapa. Apa karena gue butuh waktu? Apa karena gue ga bisa mengimbangi kecepatan sang waktu?
Entahlah.
Terimakasih untuk kamu yang pernah membuat hidupku terasa lebih seimbang lalu kemudian collapse haha. Temenan aja bisa kan? Tika kangen. Iya tika kangen sama temen tika yang satu ini J

Mana tik tadi katanya ada pelangi di 2012? Pelanginya sih di matamuuu #gagalgombal
Dadah!