Jumat, 26 Juli 2013

Menyempurnakan Iman

Setelah berulang-ulang mengucapkan 'nanti', akhirnya kini janji itu pun ku tepati.


Ribuan kali aku berkata 'nanti' padahal aku takut belum sempat kutepati sebelum mati. Selalu ada saja alasan untuk menunda hingga sebuah kicauan di twitter benar-benar menyambar 
Akankah hijab pertama dan terakhirmu adalah kain kafan yang membungkusmu?
Itu benar dan sungguh membuatku tersadar. Tidak, ini bukan sebuah tulisan yang menakuti atau menekan. Memang sesungguhnya kita  tau bukan bahwa ini sebuah kewajiban? Sudah tau sejaak dulu sekali bahwa perempuan harus menutup auratnya.
Sesungguhnya kita tau, namun pura-pura tidak tau.
Pernah dengar kisah tentang seorang gadis yang sangat solehah namun belum menutup aurat? 
Ia adalah seorang gadis solehah yang sangat santun dan beriman. Orang-orang disekitarnya selalu menanyakan mengapa keimanannya belum disempurnakan dengan menutup aurat. Ia selalu menjawab, bahwa ia ingin menghijabkan dulu hatinya baru kemudian raganya.
Hingga pada suatu malam ia bermimpi berada di pintu surga bersama para wanita. Kemudian pintu surga dibuka dan wanita-wanita itu berlarian menuju pintu. Sang wanita solehah berlari namun tertatih karena tak sampai-sampai menuju pintu tersebut. Hingga akhirnya pintu itu sebentar lagi ditutup. Ia pun bertanya pada penjaga pintu surga, mengapa ia tidak bisa mencapai pintu surga seperti wanita lainnya. Malaikat penjaga pintu surga pun bertanya "coba perhatikan apa perbedaanmu dengan wanita-wanita itu?" 
Sang wanita solehah menemukan perbedaannya, bahwa wanita lain itu berhijab, menutup aurat. Tanpa mendengar jawaban dari wanita solehah, malaikat berkata "Katamu kamu ingin menghijabkan hatimu, maka biarkanlah hatimu saja yang memasuki surga, namun tidak dengan ragamu"
Setelah terbangun dari mimpi, sang wanita solehah menangis tiada henti dan mulai menyempurkan imannya dengan menutup aurat.
*) cerita mungkin bisa berbeda dengan yang asli

 Kita selalu berkata 'belum siap', 'ingin memperbaiki hati dulu', 'ingin memperbaiki ibadah dulu'. Kapan dirimu benar-benar siap? Bagaimana jika ajal menjemput karena kita memang tidak pernah siap.

Lagi lagi aku katakan tulisan ini bukan untuk menekan atau menakuti. Aku hanya ingin kita merenung. Mengapa wanita harus berhijab? Jawabannya adalah satu, karena perintah Allah.

Wanita yang tidak menutupi auratnya tidak akan pernah mencium bau surga
Allah berfirman demikian dalam Al-Quran. Entah harus bagaimana lagi aku mengelak dan pura-pura tidak tau, ataukah aku harus menutup telinga terus?

Bagaimana jika pertanyaan tadi diulang. Mengapa wanita harus berhijab? Karena itu perintah Allah. Dengar, bukankah seharusnya kita patuh dan menerima apa yang Allah perintahkan tanpa banyak bertanya ini-itu. Tapi tidak seperti itu, Allah memberi perintah karena itu memang yang baik untuk kita (wanita). 

Aku merasa lebih aman dan nyaman. Ketika pulang malam, bukan aku tiba2 menjadi sok nekat, tapi orang pinggir jalan terlihat segan dan tidak ada bunyi siulan iseng. Mengerti kan maksudku? coba ada perempuan memakai rok pendek berada di posisiku. Mungkin mendapat perlakuan yang tidak semestinya.

Dan dengan pakaian ini aku merasa malu jika ibadahku bolong-bolong. Ternyata ibadah mengalir mengikuti iman yang terpatri dalam raga, ibadah menjadi semakin baik, Insya Allah dirdhai Allah.

Kita tidak perlu menunggu hidayah datang, tapi kita harus mencari hidayah itu. 
Menunggu hingga siap adalah membuang waktu, ajal pun menjemput tanpa bertanya kita siap atau tidak.

Aku bukan orang suci dengan ibadah sempurna. Aku adalah manusia yang paling buruk yang sedang berbenah diri. Berbenah diri untuk Allah, mencoba setulus itu. Karena dalam hidup kita selalu belajar, gagal, jatuh, bangkit, belajar lagi kemudian berhasil. Kita tidak tau betapa bahagianya berhasil, kalau belum pernah gagal. Semoga dengan berbenah dan menjadi pribadi yang lebih baik, akan dikelilingi dan dipasangkan dengan orang yang baik.

Sebenarnya aku takut membuat tulisan ini, aku takut salah, aku takut sok suci. Tapi aku lebih takut jika tidak berbagi atas apa yang aku tahu. Aku ingin wanita membuka telinga, mata dan hati. Mau mendengar, melihat dan berhenti berpura-pura tidak tau.

Subhanallah, Ramadhan ini berbeda. Semoga tidak hanya selama ramadan kita menjadi baik.
-Tika, pelajar universitas yang sedang belajar bagaimana belajar-

Selasa, 02 Juli 2013

Sarang Laba-laba

Apa kabar dunia? apa masih kejam apa sudah melunak?
Apa kabar blog gue? Udah banyak butiran debu plus sarang laba-laba nih kelamaan gue tinggal :)
Halo pembaca blog gueeee! (emangnya ada?). Entahlah tapi gue yakin pasti ada yang baca blog gue even ga ngasih comment atau ga mention something di twitter. Soalnya gue juga begitu. Ada beberapa blog temen plus blog nya penulis yang emang udh jadi kebiasaan buat gue jadi bacaan. Uniknya adalah ada beberapa blog temen, yang sebenarnya bukan temen gue, cuma pernah kenal dan ngerasa deket karena baca tulisan2nya tanpa pernah ngomong langsung ke dia. Ada yang pernah kayak gitu juga? NO NO ITS NOT secret-admiral-thing atau mengagumi dalam diam, cuma mengagumi tulisan aja, get it? hehe

Sekarang sedang sibuk apa tik?
sibuk bersyukur. Tidak ada waktu untuk menyesal dan lagi-lagi gue sedang bersyukur karena gue punya lingkaran kecil yang kuat sebut saja itu persahabatan dan keluarga.

This is beginning of july, lets evaluate previous 6 months.
SIAK NG udah keluar dan  hasilnya lumayan alhamdulillah, IP naik lumayan banyak setelah terjun bebas di semester lalu, meskipun gemes banget karena harusnya ada matkul yang bisa lebih tiggi. Semester empat memang lebih baik dibanding semeseter tiga yang menyakitkan. Karena memang gue seharusnya melakukan ini, sesuatu yang lebih seimbang dan membuat skala prioritas. Setidaknya semester ini gue lebih  santai dan ngga terlalu terpecah-pecah pikirannya dan ga harus membelah diri terlalu banyak kayak amoeba. 

Gue pindah rumah. Masih daerah barat tentunya (yeye i'm western haha). Rumah pinggir jalan awalnya gue pikir sangat buruk, tapi lama kelamaan biasa juga. Kadang emang kita harus pindah ke hati yang baru kalo hati yang lama sudah terlalu sempit dan membuat sakit. LOH LOH INI PINDAH RUMAH APA PINDAH HATI SIH. Hahaha gue pindah juga sekalian buat bisnis keluarga kecil2an. Bisnis apa teuu? kepo ya? main ke rumah gue aja yuuk.

I'm not good leader or organisatorist (salah vocab tuh yang kedua, yg penting ngerti ye). Like i said before, tapi gue suka bergabung dalam organisasi karena gue gabisa nganggur haha plus alesan2 lain yang positif tentunya. Alergi deh kalo nganggur. Sekarang gabung KOSTAF, CEDS, dan AIESEC. Org pertama dan kedua udah gue jalanin selama dua tahun and i like being here. Ruang ligkupnya juga beda, kalo kostaf di jurusan, kalo ceds ditingkat UI. Concernnya juga beda tapi keduanya tetep memiliki arti di hati (cieee).
Nah buat yang ketiga, aiesec ini pertama kalinya banget gue tergabung di dalamnya. Entahlah ini sih super nekat, gue masuknya sendirian itu juga daftar di hari terakhir, tapi alhamdulillah lolos juga. Gue sih selalu percaya kalo pasti ada kesuksesan yang lebih besar di luar comfort zone kita. Dan... challenge is accepted. gue baru banget disini dan belom tau apa yg selanjutnya bakal dikerjain, but i'm a learner, i will learn throughout life.
And ajegile, fyi, buat masuk jadi bagian dari ini step nya panjaaaaang banget dan gue harus bertahan dengan baik dong disini ;)
Pengalaman baru gue dapetin ketika gue harus interview Exchanger dari jepang dan korea on skype haha, dan wew it made me exciteddd. Agenda sekarang adalah gue harus ngurusin si cewe jepang, sebut saja Miyabi buat ngelaksanain project sosial di indo. Wish me luck ya.

Mengenai perubahan, semua orang berubah sob, kayak power ranger! Gue sudah punya rencana untuk berubah, tapi lagi nunggu buat merealisasikan itu. coming soon ;)

actually, i wish i have academic achievement in taxation or whatever like that, but not interested to join any competition, feeling no capable. kalo ada kompetisi yg pengen gue ikutin, pengen ikut kompetisi nulis haha. Gue ngerasa dulu tulisan gue bagus (ajegile pede banget lo tik). Cuma gue ngerasa bisa melahirkan kata-kata sok bernada puitis ketika hati sedang merah jambu atau sedang berdarah-darah. Jadilah kata-kata sok analogis ironis. Tapi sekarang hati gue lagi  stabil aja dan lagi kebal-kebalnya anti galau. Jadi yang ada adalah realistis dan lebih logis. Padahal kangen berkicau sok puitis loh :(

Achievement tertinggi sebenernya diri sendiri yang tau ukurannya, you know who you are and you are able to set the target, highest achievement for yourself, so reach it, dont care what people say.

Salam pisang